MENCINTAI NASKAH KUNO
Hai selamat datang di bloger saya,
Saya Mencintai naskah kuno dan benda pusaka, perjalanan ini di mulai dari rasa ingin tau saya sebagai generasi penerus bangsa mengenai naskah-naskah peninggalan zaman dahulu. Sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus bangsa menjaga, serta mencintai kebudayaan. Perjalanan saya dan teman-teman saya tidaklah mudah, kami harus mencari informasi terlebih dahulu mengenai narasumber yang masih menyimpan naskah kuno dan benda pusaka.
Dalam mencari naskah tersebuat saya banyak mendapatkan kendala, pada hari minggu tanggal 20 oktober. saya dan teman-teman saya menuju dusun mumbang, desa montong gama, kecamatan kopang. Lombok tengah Perjalanan menuju daerah tersebuat sangat melelahkan, tempatnya yang sangat jauh serta panasnya terik matahari yang membuat kulit saya terbakar. sesampainya di sana kami tidak mendapatkan apa-apa karena kami di beritahu bahwa naskah tersebut sudah hilang. Dan kamipun pulang dengan rasa kekecewaan yang paling dalam.
Hari selanjutnya saya dan teman-teman saya sepakat mencari tempat yang dekat dengan kampus, dalam mencari naskah yang kedua kali kendala yang dihadapi Alhamdulillah tidak seberat pada hari pertama. Setelah mendapat alamat papuq aji yang terletak di desa kuranji dalang, kecamatan labu api, Lombok barat. Saya dan teman-teman langsung menuju kediaman beliau pada malam hari, karena kunjungan yang kami lakukan tidak sesuai dengan adat yang mamiq aji jelaskan, akhirnya kami disuruh untuk kembali lagi keesekoan harinya.
Pada keeseokan harinya saya dan teman-teman ke rumah beliau, di sana kami disambut dengan hangat oleh papuq dan keluarganya, beliau menceritakan kepada kami tentang isi yang terkandung dalam naskah TAKEPAN MONYEH. naskah ini menceritakan tentang 3 saudara yang ketiga-tiganya memimpin daerah yang berbeda-beda. Anak pertama memimpin daerah jawa, anak kedua memimpin daerah Sumbawa dan anak ketiga memimpin daerah Lombok. Naskah ini menceritakan anak pertama dan anak ketiga, dan dari anak pertama lahirlah laki laki yang bernama raden witaresari dan dari anak ketiga lahirnya dwi winangsi. Dan akhirnya mereka jatuh cinta dan menikah.
Demikian pengalaman dari saya dalam mencari naskah kuno,Terimah kasih dan semoga bermanfaat.


Sangat bermanfaat banget mbak😊
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusWah keren, sangat membantu mbak
BalasHapusMenarik kak
BalasHapusWahhhh, keren banget. Selain isinya yang ringan dan mudah dimengerti, penulisnya pun manis semanis es tebu depan ARBUD. Sukses Ya
BalasHapusLuar biasa keren😍😍😍 hebat
BalasHapusDitunggu lagi cerita selanjutnya
BalasHapusLuar biasa 👍
BalasHapusDitunggu tulisan selanjutnyaaa
BalasHapusProud of you dear❤
BalasHapusWah happy ending ya. Semoga kisah percintaan kamu, dan saya juga mengalami akhir yang bahagia. Aamiin
BalasHapusKeren ceritanya proud of you dear❤
BalasHapusmantap
BalasHapusAda kelebihan huruf pada tersebut itu ada huruf "a". tahun pencariannya harus di terapkan, supaya orang tahu.
BalasHapusDan kemudian pada bagian selanjutnya ada sekelompok kalimat yang terkandung makna yg tidak ppentin untuk di ejahwantahkan dalam tulisan ini, yaitu proses perjalanan yg dimana terik matahari membakar kulitnya. Lalu kemudian tulisan ini masih belum mengenai titik sasaran yg dibahas karna memang penjelasan nya masih kurang.
Itu saja saudari.... Salam literasi generasi milenial.
Waahh Kerren��
BalasHapusIndonesia butuh lebih banyak lgi generasi muda yang peduli terhadap naskah kuno guna menjaga keberlangsungan budaya bangsa.
Semangat terus untuk penulis beserta tim❤.
Luar biasah,🤗
BalasHapusGood👍
BalasHapusGood
BalasHapusPengalaman perjalanan yang menarik 😁
BalasHapusmantap bepeng
BalasHapusBagus bagus
BalasHapusSemoga next bisa menulis tentang naskah kuno Bima.
BalasHapusSemangaaaat
Sangat bermanfaat��
BalasHapusBagus, semangatt buat nulis mbak💪
BalasHapusBagus snagat bermanfaatt
BalasHapusNtapzzz
BalasHapusTerimakasih atas ilmunya.. sangat bermanfaat 👍
BalasHapusPapuq aji, sang papuq modern.
BalasHapusAiss KK nur 👍.
Di tunggu artikel selnjutnya
Mantap dan kalau bisa jika berbicara masalah naskah kuno jangan hanyaa di bahas setengahnyaa harus di bahas sampai akarnyaa dan apakah naskah kuno tersebut masih tertata rapi ataukah sebaliknyaa sdh punah dengan keberdaan jaman yg maju di bidang teknologi....untuk mempertahankanyaa penulis harus publikasikan lewat media massa atau leewat perpustakaan agar geenrasi seperti kita dan generasi selanjutnyaa bisa mengetahuibagaimana sih keadaan sejarah dan naskah kuno sebelum kemerdekaan
BalasHapusSaranyaaaa
Di cari lagi referensi buat dlm tulisan sehingga menjadi sebuah buku
Bagus kak, tapi Waktu pencarian naskah kenapa tidak di tulis?
BalasHapusSemoga lebih bagus lagi kak 💪
Selamat belajar
Bagus skli kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSemangat untuk tulisan selanjutnya 😍😍😍
Keren2, semangat beb
BalasHapusSangat bermanfaat��
BalasHapusMantap
BalasHapusDaebakk...fighthing
BalasHapusMantap sangat bermanfaat buat menambah wawasan mbak nurrahmawati
BalasHapusDi tunggu cerita perjalanannya lagi 😁
BalasHapusTerimakasih ilmunya 😊
BalasHapusMakasih mbak sudah mau share🙏🏻.
BalasHapusWah good information. Ttp semangat kk
BalasHapusImunya bermanfaat
BalasHapusImunya bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat, semangat dan sukses mbak��
BalasHapusBagus👍bahasax ringkas dan jelas kita dapat tambahan ilmu☺☺semangat truzz menulis ya💪😉
BalasHapusBagus ,keren banget kembangkan
BalasHapusSemangatt terus.
BalasHapusMasya allah mantap sekali naskahnya. Semoga bisa bermanfaat buat orang lain dan semoga sukses slalu kawan.
BalasHapusمَعَكُمُ النَّجَحْ
By. Teman sd
Kamu terlalu subhanallah buat aku yang aztagfirullah
BalasHapusMantul ,,,kembangkan terua
BalasHapusMantul ,,,kembangkan terua
BalasHapusBagus2 kembangkan😙
BalasHapusBagus2
BalasHapusMantap, ternyata masih banyak juga anak muda yg perduli terhadap peninggalan sejarah. Dikembangkan lagi ya dan klau bisa tambahkan kesimpulan yg membangun Pembaca.
BalasHapusTulisannya menarik dan bermanfaat, semoga bisa menjadi cambuk generasi muda untuk berliterasi khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan.
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusDi tunggu ya updatean terbarunya yg lebih menarik lagi
Semangat😉
Sangat Bermanfaat, Naskahnya Keren��
BalasHapusKeren sih ini
BalasHapusSangat Bermanfaat, Naskahnya Keren��
BalasHapusLanjutkan lenga
BalasHapusInteresting and good job
BalasHapusCan't wait buat tulisan yg akan datang
BalasHapusCan't wait buat tulisan yg akan datang
BalasHapusCan't wait buat tulisan yg akan datang
BalasHapusInteresting and good job
BalasHapusInteresting and good job
BalasHapusNice, kembangkan terus
BalasHapusWaw.. Suka sekali unda baca nya masyaAllah
BalasHapusSangat bermanfaat sekali dan juga bisa menambah wawasan, semangat untuk generasi muda penerus bangsa☺️
BalasHapusBagaimana wujud partisi generasi muda sekarang dalam melestarikan budaya ini, karena seperti yang kita ketahui kemajuan zaman membuat adanya perubahan?
Hapus👌
BalasHapusKemajuan zaman yang semakin cepat membuat sebuah perubahan itu mutlak terjadi. Terkait dengan naskah kuno tersebut, bagaimana supaya tidak mudah tergerus oleh zaman, sehingga tetap eksis dan setiap generasi dapat mencitai budaya dan sejarah.?
BalasHapusMantap
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusWow banget nih
BalasHapusWis keren parah. 👍
BalasHapusWis keren parah. ��
BalasHapusMantul artikelnya, sangat bermanfaat 👍
BalasHapusnice
BalasHapusBagus baget ..
BalasHapusCerita yang sangat menarik,singkat padat dan jelas��
Bagus banget, sangat menarik dan bermanfaat 👍
BalasHapus👍
BalasHapusLuar biasa artikelnya, sangat menarik
BalasHapusBagus artikelnya😊
BalasHapusSangat bermanfaat sekali mbak, kita tunggu tulisan selanjutnya...
BalasHapusTerimakasih atas informasinya
BalasHapusDitunggu kisah selanjutnya😊
BalasHapusSemangat💪
Bagusss kakak👍
BalasHapusWaahhh mantap nihh..
BalasHapusNambah wawasan banget��
Bagus, tapi bukan "bloger" ya, tapi "blog", hehe
BalasHapusBagusss bnget isinya bermanfaat
BalasHapusSemangat saudara semoga naskah kuno yang kamu jelajahi ini bermanfaat bagi semua orang dan semoga kedepannya lagi saudara bisa mengembangkan lagi dengan munculnya ide" baru dari saudara selama menjelajahi naskah kuno tersebut.
BalasHapusSaya berharap saudara bisa memunculkan satu atau dua naskah yang baru lagi.
Ceritanya sama kaya blogger sebelah Hanya Saja Cerita nya Trllu Cepat Untuk Disimpulkan, Dalam Blogger Jangan Trllu panjang untuk menceritakan sebuah perjalanan tapi yg perlu diperpanjang itu adalah isi dari cerita...
BalasHapusOk mungkin itu adalah masukan dr sya, Sukses sllu untuk semua mahasiswa yg melakukan penelitian tentang sejarah kuno
Tulisan yang menarik,,tetap semangat anak muda pejuang bangsa.
BalasHapusTulisan yg menarik,,retap semangat anak muda pejuang bangsa.
BalasHapusMenarik sekali karna kisah kuno nya kita dapat mengetahui sejarah TAKEPAN MONYEH itu sendiri.. Dan sanagt bermanfaat.
BalasHapusBagus beb
BalasHapusBagus beb
BalasHapusTulisannya sangat bermanfaat, di tunggu yah artikel selanjutnya.
BalasHapusTerima kasih atas ilmunya...
BalasHapusSangat bermanfaat
Di tunggu cerita dari naskah selanjutnya
Semangat💪😉
Mengenai naskah kuno sendiri pasti ada hal yang bisa dipelajari, sekiranya penulis lebih mampu menarik pembaca, ke arah yang kisahnya tuntas
BalasHapusNiceeeee
BalasHapusSangat bermanfaat, semoga bisa lebih baik lagi kedepannya
BalasHapusNice ❤️
BalasHapusSekedar saran saja adinda...mohon diperbaiki narasi serta gaya penulisanya biar lebih bagus lagi adinda...semangat
BalasHapusNice infoo:)) next share lagi hal hal yg bermanfaat seperti ini yaaa
BalasHapusInformasinya sangat menambah wawasan. Terima kasih. Ditunggu blog selanjutnya.
BalasHapusSangat berfaedah, kembangkan lagi❤️❤️❤️
BalasHapusBagus sekali
BalasHapus